UIN SMH BANTEN MEMBANGUN KEMITRAAN DENGAN UNIVERSITAS LEIPZIG, JERMAN.

Satu tahun pasca perubahan bentuk IAIN menjadi UIN, rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Dr. Fauzul Iman, MA., terus bekerja keras dalam upaya akselerasi peningkatan mutu akademik, di antaranya membangun networking (kemitraan) dengan berbagai perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri. Tahun lalu, 2017, kemitraan dilakukan dengan sembilan perguruan tinggi di Belanda yang tergabung dalam NISIS (Netherlands Interuniversity School for Islamic Studies)  bidang riset studi-studi keislaman. Pada tahun yang sama, rektor UIN Banten juga merangkul salah satu Perguruan Tinggi ternama di Turki, Marmara University, dalam pada bidang pendidikan dan teologi (ilahiat).

UIN Banten harus terus mengejar ketertinggalanya dalam segala bidang;  dari mutu akdemik, infrastruktur dan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan, paparnya di sela-sela kunjungan di Jerman. UIN Banten tidak boleh diam, statis dan lamban bergerak. Pergantian status IAIN menjadi UIN harus menjadi momentum strategis untuk bergerak cepat menuju puncak kemajuannya, tegas rektor.

Tahun ini, 2018 UIN Banten juga menjalin kemitraan dengan Leipzig University, Jerman  dalam bidang pengajaran dan pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab modern, paparnya lebih lanjut. Leipzig merupakan perguruan tinggi tertua kedua di Jerman yang menjadi pusat pengembangan beragam disiplin ilmu. Universitas ini memiliki model pengajaran bahasa Arab modern yang dikembangkan oleh Prof Dr. Eckehard Schulz, direktur Institute of Oriental Studies),  ini peluang dan kesempatan yang sangat baik dan harus kita manfaatkan untuk mendorong akselerasi kemajuan bidang pengajaran bahasa Arab, papar Fauzul.

Pada saat yang sama, rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Dr. Fauzul Iman, MA. bersama rektor  Universitas Leipzig Prof. Dr. Thomas Hofsäss juga membicarakan beberapa hal yang dapat dijadikan konsentrasi kemitraan, di antaranya bidang penelitian dan publikasi internasional dan bidang pengembagan pendidikan anak usia dini. Prof. Tomas bahkan berjanji megadakan kunjungan balasan ke UIN Banten sebagai bentuk keseriusan program kemitraan ini, kata Fauzul.

Dari tanggal 24 hingga 31 april 2018 yang lalu, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengirim 5 dosen bahasa Arab ke Jerman untuk mengikuti workshop on Arabic e-learning and e-testing di Universitas Leipzig. Program ini dirancang sebagai bantuk upaya pengembangan bahasa bahasa Arab menggunakan Modern Standard Arabic, model yang dikembangkan oleh Prof Schulz di Universitas Leipzig.

Menurut M Nur Arifin, Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UIN SMH Banten, Universitas Leipzig memiliki lembaga bahasa, Al-Arabiyya-Institute, didirikan pada tahun 2011 oleh Eckehard Schulz, Profesor di Oriental Institute of the University of Leipzig. Lembaga bahasa ini, memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam pengembangan bahasa Arab. Menurut Arifin, lembaga ini cukup memiliki pengalaman tidak hanya dalam pengajaran bahasa arab akademis tetapi juga pengembangan bahan ajar, tambahnya. Di samping itu, Al-Arabiyya-Institute juga menawarkan tes bahasa Arab Standar pertama di dunia berdasarkan Kerangka Acuan Bersama Eropa (CEFR) untuk bahasa-bahasa, papar Arifin.  Di waktu mendatang, UIN SMH Banten telah mengantongi izin dari Universitas Leipzig untuk menggunakan  e-edition buku bahasa Arab sebagai bahan ajar mahasiswa dan juga mengelola TOAFL (Test of Arabic as Foreign Language) bekerjasama langsung dengan Universitas Leipzig, Jerman.

 

 

 

 

Tags: